Festival Permainan Tradisional Tingkat SD dan SMP Sederajat Resmi Digelar, 600 Peserta Ramaikan Perlombaan

Festival Permainan Tradisional Tingkat SD dan SMP Sederajat Resmi Digelar, 600 Peserta Ramaikan Perlombaan

Buntok — Festival Permainan Tradisional tingkat SD dan SMP sederajat digelar pada 4–6 Desember 2025, menghadirkan antusiasme ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Barito Selatan. Kegiatan budaya dan olahraga tradisional ini resmi dibuka oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Muradi, S.Km.

Acara pembukaan berlangsung semarak dan dihadiri oleh kepala sekolah, guru pendamping, serta para peserta yang berjumlah 600 siswa. Festival ini menjadi sarana pelestarian warisan budaya lokal sekaligus ajang untuk membangun karakter, sportivitas, dan kebersamaan di kalangan peserta didik.

Dalam sambutannya, Muradi, S.Km. menekankan pentingnya memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan gawai. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Festival ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga upaya bersama untuk melestarikan permainan tradisional yang memiliki nilai kebersamaan, disiplin, dan ketangkasan. Semoga anak-anak semakin mencintai budaya lokal dan mampu menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Muradi.

Festival Permainan Tradisional tahun ini mempertandingkan tiga cabang utama, masing-masing untuk kategori putra dan putri, yaitu: Balogo Putra dan Putri, Bakiyak Putra dan Putri dan Tarik Tambang Putra dan Putri. Setiap cabang lomba berlangsung meriah, disertai sorakan dukungan dari peserta dan penonton. Perlombaan tidak hanya menguji kekuatan fisik dan kelincahan, tetapi juga kerja sama tim dan ketepatan strategi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan sebagai upaya menghidupkan kembali permainan tradisional serta memperkuat karakter peserta didik melalui kompetisi yang sehat dan penuh kegembiraan.

Wakil Bupati Barito Selatan Kristianto Yudha, ST Menjadi Pembina Upacara Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI Tahun 2025

Wakil Bupati Barito Selatan Kristianto Yudha, ST Menjadi Pembina Upacara Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI Tahun 2025

Buntok — Wakil Bupati Kabupaten Barito Selatan, Kristianto Yudha, ST, bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Selatan pada Senin, 25 November 2025, dengan khidmat dan tertib.

Upacara diikuti oleh para guru, kepala sekolah, organisasi PGRI, peserta didik, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Selatan. Suasana peringatan tampak penuh semangat sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan di daerah tersebut.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Kristianto Yudha, ST menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada seluruh guru atas dedikasi, perjuangan, dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Barito Selatan.

“Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI ini bukan hanya peringatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Guru adalah pilar utama pembangunan sumber daya manusia, dan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Wakil Bupati.

Beliau juga mengajak seluruh pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan inovasi pembelajaran, serta menjaga nilai-nilai integritas dan profesionalisme sebagai pendidik.

Upacara turut dimeriahkan dengan pembacaan sejarah singkat PGRI, penampilan peserta didik, serta penyerahan penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi di Kabupaten Barito Selatan.

Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI Tahun 2025 ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh insan pendidikan di Barito Selatan untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan Hadiri Rapat Pembahasan SPM Bersama Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah

Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan Hadiri Rapat Pembahasan SPM Bersama Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah

Buntok, 10 November 2025 — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Dr. Manat Simanjuntak, S.Pd., S.H., M.Pd., menghadiri kegiatan pembahasan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dilaksanakan di Aula Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Barito Selatan dan dipimpin langsung oleh Bupati Barito Selatan, H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M..

Sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, hadir tim dari Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai implementasi SPM di tingkat kabupaten, termasuk evaluasi capaian, strategi peningkatan kinerja layanan dasar, serta sinkronisasi pelaporan antarinstansi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Manat Simanjuntak menegaskan komitmen Dinas Pendidikan Barito Selatan untuk terus memperkuat penerapan SPM di bidang pendidikan, terutama dalam menjamin akses dan mutu layanan pendidikan dasar yang merata bagi seluruh masyarakat.

“SPM bukan hanya indikator administratif, tetapi merupakan wujud tanggung jawab kita untuk memastikan setiap anak di Barito Selatan memperoleh hak pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Dr. Manat.

Sementara itu, Bupati Barito Selatan, H. Eddy Raya Samsuri, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas perangkat daerah dalam pencapaian target SPM. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penerapan SPM akan menjadi tolok ukur utama kinerja pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang optimal kepada masyarakat.

“Kita semua harus bekerja secara terpadu. SPM menjadi dasar pelayanan yang wajib dipenuhi, dan keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen serta koordinasi antar-OPD,” tegas Bupati Eddy Raya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh OPD, termasuk Dinas Pendidikan, dapat menyusun langkah konkret dalam meningkatkan pencapaian indikator SPM sesuai bidang masing-masing. Kehadiran Inspektorat Provinsi Kalimantan Tengah juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan Buka Pelatihan Pemanfaatan IFP untuk Guru dalam Rangka Hari Guru Nasional 2025

Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan Buka Pelatihan Pemanfaatan IFP untuk Guru dalam Rangka Hari Guru Nasional 2025

Buntok, 8 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025, Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barito Selatan menggelar Pelatihan Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) bagi para guru se-Kabupaten Barito Selatan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Dr. Manat Simanjuntak, S.Pd., S.H., M.Pd., dan dihadiri oleh Ketua PGRI Kabupaten Barito Selatan, Drs. Mirwansyah, M.A., bersama jajaran pengurus PGRI. Pelatihan tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 3 Buntok dan diikuti oleh 110 guru dari berbagai jenjang satuan pendidikan di Barito Selatan.

Dalam sambutannya, Dr. Manat Simanjuntak menyampaikan apresiasi tinggi kepada PGRI Barito Selatan atas inisiatifnya dalam melaksanakan pelatihan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran modern.

“Pemanfaatan IFP ini merupakan bagian dari transformasi digital di dunia pendidikan. Guru dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan zaman,” ujar Dr. Manat.

Beliau juga menekankan bahwa momentum Hari Guru Nasional hendaknya menjadi refleksi bagi seluruh tenaga pendidik untuk terus belajar dan berinovasi. Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada sejauh mana guru mampu memanfaatkan sarana digital secara efektif.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Barito Selatan, Drs. Mirwansyah, M.A., dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen PGRI untuk mendukung peningkatan profesionalisme guru.

“Kami ingin guru-guru di Barito Selatan tidak hanya mampu mengajar dengan baik, tetapi juga melek teknologi. Dengan penguasaan IFP, guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih hidup dan menyenangkan bagi siswa,” ungkap Mirwansyah.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara mengoperasikan IFP, membuat media ajar digital, serta menerapkan strategi pembelajaran interaktif berbasis teknologi di kelas.

Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarguru dari berbagai sekolah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Guru Nasional 2025. Dr. Manat menutup sambutannya dengan pesan inspiratif, bahwa guru adalah pilar utama kemajuan bangsa.

“Teknologi hanyalah alat, tetapi guru tetaplah jiwa dari pendidikan. Dengan semangat Hari Guru Nasional, mari kita jadikan inovasi sebagai budaya dalam mendidik generasi penerus Barito Selatan,” tutupnya dengan penuh semangat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 dan mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, efektif, dan bermakna bagi peserta didik di seluruh wilayah Barito Selatan.

Silaturahmi Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan dengan Plt. Kadisdik Provinsi Kalteng: Wujud Sinergi untuk Memajukan Dunia Pendidikan

Buntok, 5 November 2025 — Dalam upaya memperkuat kolaborasi dan menyamakan persepsi mengenai arah kebijakan pendidikan di Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan, Dr. Manat Simanjuntak, S.Pd., S.H., M.Pd., melakukan silaturahmi dengan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, S.IP., M.PA.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi ajang strategis untuk membangun sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten dan Dinas Pendidikan Provinsi dalam mewujudkan mutu pendidikan yang merata dan berdaya saing tinggi di Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Manat Simanjuntak menegaskan pentingnya komunikasi dan kerja sama yang selaras antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mengimplementasikan program-program pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik di daerah.

“Kami di Barito Selatan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, agar setiap kebijakan dan program pendidikan dapat berjalan searah dan saling mendukung demi kemajuan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah,” ujar Dr. Manat.

Sementara itu, Plt. Kadisdik Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyambut baik inisiatif silaturahmi tersebut dan menilai bahwa langkah kolaboratif seperti ini sangat penting untuk memperkuat sistem pendidikan dari tingkat kabupaten hingga provinsi.

“Pendidikan di Kalimantan Tengah akan maju jika seluruh kabupaten dan kota memiliki persepsi yang sama terhadap visi dan arah pembangunan pendidikan. Kami menyambut baik semangat Dinas Pendidikan Barito Selatan yang aktif membangun koordinasi dan komunikasi,” ucapnya.

Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah isu strategis, antara lain peningkatan kualitas guru, penguatan literasi dan numerasi, serta pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal yang menjadi ciri khas daerah Kalimantan Tengah.

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan menjalin kolaborasi berkelanjutan guna memastikan setiap kebijakan pendidikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat luas.

Dengan adanya silaturahmi ini, diharapkan sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah semakin erat, sehingga mampu melahirkan inovasi dan langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berkeadilan di Bumi Tambun Bungai.

Dinas Pendidikan Barito Selatan Borong Juara 1 di FTBI 2025, Target Melampaui Tahun Sebelumnya

Buntok, 5 November 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2025. Tahun ini, Barito Selatan berhasil memborong gelar juara 1 terbanyak di tingkat provinsi dengan total 12 medali emas, meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang meraih 7 medali emas.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan, Dr. Manat Simanjuntak, S.Pd., S.H., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kerja keras para peserta dan pendamping.

“Tahun ini kita melihat kemajuan yang luar biasa. Dari 7 medali emas tahun lalu, kini kita berhasil meraih 12 medali emas. Ini menunjukkan bahwa semangat pelestarian bahasa daerah di Barito Selatan semakin hidup dan berprestasi,” ujar Dr. Manat dalam sambutannya.

Prestasi Bahasa Maanyan

Dalam kategori Bahasa Maanyan, para peserta dari jenjang SD dan SMP tampil luar biasa dengan dominasi juara di berbagai cabang lomba.

Jenjang SD:

  1. Cipta Puisi – Juara 2

  2. Cipta Cerpen – Juara 2

  3. Mendongeng – Juara 2

  4. Komedi Tunggal – Juara 1

  5. Pidato – Juara 1

  6. Tumet Leut – Juara 1

Jenjang SMP:

  1. Cipta Puisi – Juara 2

  2. Cipta Cerpen – Juara 1

  3. Mendongeng – Juara 1

  4. Komedi Tunggal – Juara 1

  5. Pidato – Juara 1

  6. Tumet Leut – Juara 2

Total Bahasa Maanyan:

  • Juara 1: 7 orang

  • Juara 2: 5 orang

Prestasi Bahasa Bakumpai

Tak kalah gemilang, peserta dari kategori Bahasa Bakumpai juga berhasil menyumbangkan banyak medali di berbagai cabang lomba baik tingkat SD maupun SMP.

Jenjang SD:

  1. Cipta Puisi – Juara 3 dan 4

  2. Cipta Cerpen – Juara 1 dan Juara 3

  3. Mendongeng – Juara 2

  4. Komedi Tunggal – Juara 3

  5. Pidato – Juara 2

  6. Karungut – Juara 1 dan Juara 2

Jenjang SMP:

  1. Cipta Puisi – Juara 2

  2. Cipta Cerpen – Juara 2

  3. Mendongeng – Juara 1 dan Juara 3

  4. Komedi Tunggal – Juara 2 dan Juara 3

  5. Pidato – Juara 1 dan Juara 2

  6. Karungut – Juara 2

Total Bahasa Bakumpai:

  • Juara 1: 4 orang

  • Juara 2: 8 orang

  • Juara 3: 5 orang

  • Juara 4: 1 orang

Langkah Nyata Pelestarian Bahasa Daerah

FTBI menjadi ajang bergengsi dalam upaya melestarikan bahasa daerah, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk berkreasi melalui sastra dan seni berbahasa.

Dr. Manat menambahkan, pencapaian ini merupakan hasil sinergi antara guru, pelatih, dan peserta yang terus berkomitmen memajukan pendidikan berbasis kearifan lokal.

“Kita tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjaga warisan budaya daerah melalui bahasa ibu. Tahun depan kita menargetkan prestasi yang lebih tinggi lagi, dengan pembinaan yang lebih terarah sejak awal,” pungkasnya.

Dengan capaian total 12 juara 1, 13 juara 2, dan 5 juara 3, Barito Selatan dinobatkan sebagai kabupaten dengan perolehan medali terbanyak di FTBI 2025, sekaligus menegaskan posisi daerah ini sebagai salah satu pusat prestasi pendidikan dan budaya di Kalimantan Tengah.


Disdik Barsel dan Kemenag Berkolaborasi Demi Pendidikan Barsel

Buntok – Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Barito Selatan sepakat memperkuat kerja sama dalam pembinaan guru dan tenaga kependidikan.

Kepala Kemenag Barsel H. Hairil Saleh Al Zainudin bersama Kasi Pendidikan Islam H. Muhammad Irfan menerima kunjungan Kepala Disdik Barsel, Manat Simanjuntak dan jajarannya, Selasa (4/11/2025) di ruang VIP.

“Madrasah bagian dari sistem pendidikan nasional. Karena itu peningkatan kualitas guru harus dilakukan bersama, tanpa sekat lembaga,” kata Hairil.

Ia menyebut, Kemenag siap berkolaborasi dalam berbagai aspek, mulai dari sinkronisasi data guru hingga pelatihan. Ia menilai peningkatan mutu pendidikan tak bisa jalan sendiri.

“Kami ingin semua guru punya kesempatan yang sama, baik dari sekolah maupun madrasah. Yang penting, layanan pendidikan untuk anak didik makin baik,” ujarnya.

Selain bahas penguatan kompetensi guru, pertemuan juga menyinggung rencana gabungan terkait forum koordinasi rutin antara dua instansi.

“Kalau ingin pendidikan kita maju, maka kerja sama adalah kuncinya,” tambah Hairil.

Kepala Disdik Barsel, Manat Simanjuntak menilai madrasah berperan penting membentuk karakter generasi muda di daerah.

“Guru madrasah berperan besar dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Kami siap berkolaborasi agar pembinaan tenaga pendidik makin kuat,” kata Manat.

Ia juga menyebut, upaya ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tapi akan ditindaklanjuti lewat forum komunikasi pendidikan bersama.

Langkah bersama Kemenag dan Disdik Barsel ini diharapkan memperkuat sinergi pendidikan di daerah serta memastikan semua guru mendapat ruang berkembang yang sama.